• Selasa, 29 November 2022

Meminta Agar Negara Lain Ikut Membantu Afghanistan, Berikut Keterangan dari PBB

- Selasa, 30 Agustus 2022 | 20:44 WIB
Meminta agar Negara Lain Ikut Membantu Afghanistan, Berikut Keterangan dari PBB
Meminta agar Negara Lain Ikut Membantu Afghanistan, Berikut Keterangan dari PBB

 

Bekasikinian.com, Afghanistan – Kepala bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Martin Griffiths, mengatakan pada Senin (29 Agustus 2022), bahwa negara-negara lain harus terus mengalirkan beberapa bantuan pembangunan ke Afghanistan. Bantuan untuk Afghanistan terhenti selama satu tahun, ketika Taliban berkuasa.

“Kemiskinan meningkat dalam, populasi masih meningkat, dan berdasarkan data tidak memiliki anggaran untuk berinvestasi di masa depan mereka sendiri. Jelas bagi kami bahwa beberapa dukungan pembangunan perlu dimulai kembali,” kata Griffiths kepada Dewan Keamanan (DK) PBB.

Griffiths mengatakan lebih dari setengah dari 39 juta penduduk Afghanistan membutuhkan bantuan kemanusiaan dan enam juta lebih bermanfaat. Diperkirakan lebih dari satu juta anak menderita kekurangan gizi yang paling parah dan fatal dan dapat meninggal tanpa perawatan yang tepat.

Baca Juga: Ada Aturan di Arab Tentang Pembelian Tembakau Untuk Anak di Bawah Umur

"Otoritas de facto Afghanistan juga harus melakukan bagian mereka. Intervensi dan prosedur pegawai memperlambat bantuan kemanusiaan ketika sangat dibutuhkan. Pekerja bantuan kemanusiaan perempuan … harus mengizinkan bekerja tanpa hambatan dan aman. Dan anak perempuan harus mengizinkan untuk melanjutkan pendidikan mereka," ujar Griffiths.

Taliban masih belum diakui secara resmi oleh pemerintah asing dan masih dikenai sanksi internasional. Langkah itu sekarang menghambat operasi kemanusiaan di Afghanistan, karena bank-bank internasional waspada terhadap pelanggaran, menurut PBB dan kelompok bantuan

PBB dan kelompok bantuan telah berjuang untuk mendapatkan cukup uang ke negara itu selama setahun terakhir. "Kemanusiaan telah membawa lebih dari satu miliar dolar AS tunai untuk mempertahankan pengiriman program, tetapi likuiditas dan krisis perbankan terus berdampak pada pengiriman bantuan dan pada kehidupan sehari-hari warga Afghanistan," kata Griffiths.

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah berusaha untuk membangun sistem Fasilitas Pertukaran Kemanusiaan (Humanitarian Exchange Facility - HEF) untuk menukar jutaan dolar bantuan dengan mata uang Afghanistan. Upaya tersebut merupakan bagian dari rencana untuk membendung bantuan dan krisis ekonomi serta mengurangi keterlibatan para pemimpin Taliban. Griffiths mengatakan rencana itu masih didiskusikan dengan Taliban. 

Miliar dolar cadangan bank sentral Afghanistan, yang terletak terutama di Amerika Serikat, juga telah dibekukan oleh pemerintah asing untuk mencegahnya jatuh ke tangan Taliban. Rusia dan China telah meminta pencairan jumlah tersebut.

Halaman:

Editor: Muhammad Hamzah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Supporter Rusuh Pasca Belgia Ditumbangkan Maroko

Senin, 28 November 2022 | 11:47 WIB

Italia Dibully Netizen Pasca Kalah Dari Austria

Senin, 21 November 2022 | 11:41 WIB

Membedah Bek Tim Tango di Piala Dunia Qatar 2022 (1)

Senin, 21 November 2022 | 10:31 WIB

Karyawan dipecat, Twitter Tutup Kantor

Sabtu, 19 November 2022 | 14:25 WIB

Piala Dunia 2022: Argentina Coret 2 Pemain

Sabtu, 19 November 2022 | 05:31 WIB
X