• Sabtu, 1 Oktober 2022

Putin Desak PBB Tambah Pengiriman Gandum ke Negara Miskin

- Senin, 12 September 2022 | 17:20 WIB
gandum (DW)
gandum (DW)

Bekasikinian.com, Rusia - Presiden Rusia Vladimir Putin mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menambah pengiriman gandum Ukraina ke Yaman negara miskin ataupun negara miskin lainnya.

Dari 80 kapal pengangkut gandum yang meninggalkan pelabuhan Ukraina, 32 di antaranya berlabuh di Turki yang dinilainya normal karena Turki turut menjadi negara yang mengoordinasi pengiriman pangan tersebut.

Rusia tidak dapat memengaruhi distribusi gandum tetapi secara umum Moskow berpendapat akan lebih tepat untuk meningkatkan pengiriman ke negara-negara termiskin.

Baca Juga: 6 Tahun Mandek, Penerbangan Komersial Yaman Kembali Beroperasi

Berdasarkan rencana yang disepakati, Rusia memasok 6,6 juta ton biji-bijian ke pasar dunia pada Mei-Agustus, 6,3 juta ton di antaranya ke negara-negara berkembang di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Rusia berencana memasok 30 juta ton biji-bijian lagi pada akhir tahun dan siap untuk meningkatkan jumlahnya menjadi lebih dari 50 juta ton karena panen tahun ini bagus, kata Vladimir Putin. Untuk pupuk, Rusia mengekspor 7 juta ton tahun ini, dan 3 juta ton dikirim ke Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Baca Juga: Jerman dan Prancis ingin Tiktoker dan Youtuber dikerahkan untuk melawan Rusia

Putin menyambut baik keputusan Uni Eropa mencabut sanksi yang dikenakan pada ekspor pupuk Rusia, tetapi mengkritik komentar atas keputusan ini, yang menetapkan pengiriman hanya diperbolehkan ke negara-negara Eropa.

Dia mengatakan, situasi seperti itu mendiskriminasi mitra Rusia di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Dia kemudian menginstruksikan Kementerian Luar Negeri Rusia untuk mengatasi masalah itu.

Putin mengatakan, ratusan ribu ton pupuk Rusia tertahan di pelabuhan Eropa karena sanksi. "Produsen kami siap menyerahkan (pupuk) secara cuma-cuma ke negara berkembang yang sangat membutuhkan pupuk ini," kata dia. (sy)

Halaman:

Editor: Muhammad Hamzah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Beberapa Fakta dari Krisis Ekonomi Inggris

Selasa, 27 September 2022 | 14:54 WIB

Krisis Pangan Dunia Membunuh 19.600 Orang

Selasa, 27 September 2022 | 14:00 WIB

McDonald's Digugat Rp 150 triliun Atas Dugaan Rasisme

Senin, 26 September 2022 | 17:53 WIB

Iran Memanas, Aksi Protes Tewaskan Belasan Pendemo

Jumat, 23 September 2022 | 06:23 WIB

Adam Levine Buka Suara Terkait Isu Perselingkuhannya

Rabu, 21 September 2022 | 12:25 WIB

Negara Uni Eropa Larang Masuk Wisatawan Asal Rusia

Rabu, 21 September 2022 | 11:05 WIB

Gosip, Leonardo DiCaprio PDKT Sama Gigi Hadid

Rabu, 14 September 2022 | 10:27 WIB

Taliban Menutup Sekolah Perempuan yang Dulu Sempat Dibuka

Minggu, 11 September 2022 | 15:26 WIB
X