• Jumat, 2 Desember 2022

Krisis Hidup Inggris Buat Anak-Anak yang Kelaparan Cuma Makan Permen Karet

- Selasa, 27 September 2022 | 14:03 WIB
Inggris (ist)
Inggris (ist)

Bekasikinian.com, Inggris - Krisis biaya hidup di Inggris terjadi di negara Britania Inggris. Dalam sebuah laporan baru-baru ini mengatakan anak-anak yang kelaparan bahkan mengunyah permen karet di sekolah atau bersembunyi di taman bermain. Ini karena keluarga mereka tidak mampu membeli makan siang.

Sebuah sekolah di Lewisham, London tenggara, mengatakan kepada juru masak sekolah amal bahwa seorang anak "berpura-pura membawa kotak makan siang." Anak-anak itu sendiri ditemukan tidak memenuhi syarat untuk makanan sekolah gratis dan tidak ingin teman-teman mereka tahu bahwa makan siang tidak dibawa dari rumah.

Baca Juga: Mengaku Beruntung, Chef Juna Bagikan Momen Bertemu Ratu Ratu Elizabeth II Saat Perjalanan Solo ke Inggris

Kelompok bantuan amal masyarakat juga mengatakan kepada Observer minggu ini bahwa mereka bergulat dengan tuntutan baru dari keluarga yang tidak dapat memberi makan anak-anak mereka.

"Kami mendengar bahwa anak-anak cukup lapar untuk makan karet di sekolah. Anak-anak datang karena mereka belum makan apa pun sejak makan siang sehari sebelumnya. Pemerintah harus melakukan sesuatu," kata Naomi Duncan, koki eksekutif sekolah tersebut kepada The Guardian, dikutip Selasa (27/9/2022).

Di Inggris, semua anak sekolah berhak atas makanan sekolah gratis. Namun, hanya anak-anak yang orang tuanya berpenghasilan kurang dari £7.400 setahun yang memenuhi syarat, dan 800.000 anak masih belum termasuk dalam daftar penerima makanan gratis, menurut Child Poverty Action.

Baca Juga: Kabar Duka dari Inggris, Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia

"Ini benar-benar memilukan bagi koki kami. Mereka secara aktif keluar dan mencari anak-anak yang bersembunyi di taman bermain karena mereka tidak berpikir mereka bisa mendapatkan makanan dan memberi mereka makan," tambah Duncan.

Inggris sendiri saat ini sedang dilanda krisis biaya hidup. Ini karena inflasi yang tinggi di negara itu karena melonjaknya harga energi dan pangan setelah perang Rusia-Ukraina. (Sy)

Editor: Muhammad Hamzah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menang 2-1 El Tri Tetap Tersingkir

Kamis, 1 Desember 2022 | 06:22 WIB

Daftar 3 Tim Negara Lolos 16 Besar Piala Dunia 2022

Rabu, 30 November 2022 | 07:34 WIB

Supporter Rusuh Pasca Belgia Ditumbangkan Maroko

Senin, 28 November 2022 | 11:47 WIB
X