Pangeran Arab Saudi Ancam Amerika dengan Jihad dan Syahid

- Selasa, 18 Oktober 2022 | 10:45 WIB
Pangeran Arab Saudi Saud al Shaalan yang mengancam AS (ist)
Pangeran Arab Saudi Saud al Shaalan yang mengancam AS (ist)

Bekasikinian.com, Arab Saudi - Pangeran Arab Saudi Saud al Shaalan, sepupu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, telah mengancam akan melakukan kekerasan terhadap Amerika Serikat. Ancaman itu muncul di tengah hubungan yang memburuk antara Arab Saudi dan Amerika Serikat atas keputusan OPEC+ untuk memangkas produksi minyak.

Dalam sebuah video yang beredar, Pangeran Saud al Shaalan mengatakan: "Siapa pun yang menantang keberadaan kerajaan ini adalah proyek jihad dan syahid." Peringatan Saud al-Shaalan dapat terdengar dalam bahasa Inggris dan Prancis.

Saud al-Shaala adalah kepala suku dan cucu dari pendiri Arab Saudi Raja Abdulaziz, menurut advokat HAM Saudi Abdullah Alaud. Ancaman terhadap Barat datang pada saat hubungan antara Amerika Serikat dan Arab Saudi berada pada titik terendah. Washington telah melobi anggota kartel minyak OPEC+, terutama Arab Saudi, untuk meningkatkan produksi di tengah kenaikan harga energi menyusul invasi Rusia ke Ukraina pada Februari.

Baca Juga: Joe Biden Sembuh Kini Jill Biden Positif Covid-19

Pada Juli 2022, Presiden as Joe Biden mengunjungi Arab Saudi. Setelah pembunuhan jamal khashoggi pada 2018, dia berjanji untuk mengubah Arab Saudi menjadi paria. Dia yakin Arab Saudi akan meningkatkan produksi.

Arab Saudi, di sisi lain, mendukung keputusan OPEC+ untuk memangkas produksi. Keputusan itu membuat marah Amerika Serikat. Washington bereaksi keras, menuduh Arab Saudi membantu Rusia meringankan sanksi atas perang di Ukraina.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, 16 Oktober 2022, juru bicara Gedung Putih mengatakan Presiden AS Joe Biden akan bertindak secara metodis dalam menghadapi pengurangan produksi minyak Arab Saudi. Biden juga menolak bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada KTT G20 di Bali.

Baca Juga: Joe Biden Tanda Tangani Buku Belasungkawa Untuk Ratu Elisabeth II

Menurut penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jack Sullivan, Biden akan menilai kembali hubungan AS-Saudi. "Jadi Presiden Biden tidak akan terburu-buru. Dia akan bertindak secara metodis, strategis, dan dia akan meluangkan waktu untuk berkonsultasi dengan anggota kedua partai," kata Sullivan. (sy)

Editor: Muhammad Hamzah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Haji 2023, Arab Saudi Terima Dua Juta Jamaah

Rabu, 25 Januari 2023 | 08:22 WIB

Amerika Utara Tetapkan Awal Ramadhan, Ini Tanggalnya

Selasa, 24 Januari 2023 | 14:54 WIB

Google Berhentikan 12.000 Karyawannya

Jumat, 20 Januari 2023 | 22:41 WIB

Alhamdulillah, Biaya Haji 2023 Turun

Jumat, 20 Januari 2023 | 22:23 WIB

Arab Saudi Lepaskan 1.500 Hewan Langka

Jumat, 20 Januari 2023 | 08:33 WIB

7 Fakta Pesawat Yeti Airlines Yang Jatuh di Nepal

Senin, 16 Januari 2023 | 11:31 WIB

Pesawat Jatuh di Nepal, 68 Tewas

Senin, 16 Januari 2023 | 11:18 WIB

Sempurna! Fajar/Rian Jadi Juara Malaysia Open 2023

Senin, 16 Januari 2023 | 01:17 WIB
X