• Rabu, 30 November 2022

Pemerintah Kabupaten Bekasi Komitmen Mengembangkan Objek Wisata

- Selasa, 23 Agustus 2022 | 18:41 WIB
Pemerintah Kabupaten Bekasi Komitmen Untuk Mengembangkan Objek Wisata
Pemerintah Kabupaten Bekasi Komitmen Untuk Mengembangkan Objek Wisata

Bekasikinian.com, Bekasi – Akhir pekan lalu, Bupati Bekasi Dani Ramdan bahkan menyempatkan diri untuk meninjau persiapan pengembangan penataan objek wisata di Desa Pantai Mekar, Kabupaten Muaragembong untuk memastikan pengembangan Pariwisata kawasan pantai Utara dapat dilakukan sesuai rencana. Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat berkomitmen serius mengembangkan industri pariwisata dengan menerapkan konsep pemerataan objek wisata ke seluruh wilayah, termasuk optimalisasi objek wisata yang selama ini belum dikelola secara maksimal.

"Harapannya akhir tahun ini proses pembangunan sudah bisa tuntas sehingga menambah destinasi wisata khususnya di wilayah utara Kabupaten Bekasi," katanya di Cikarang, Selasa (23/8/2022).

Dani berharap warga sekitar dapat mengelola obyek wisata yang sedang dikembangkan secara optimal dengan rasa memiliki yang lebih kuat, namun jika dikelola oleh perusahaan maka pengelolaannya harus partisipatif, faktor masyarakat setempat. Ada sekitar tiga potensi tempat wisata baru yang akan dikembangkan setelah selesai pembangunannya, antara lain wisata pesisir pantai utara, Alun-Alun Kabupaten Bekasi yang dapat direalisasikan di kawasan Kecamatan Setu, dan Karang Kitri Bojongmangu di Kawasan Selatan.

Baca Juga: Kabar Baik! Bus Wisata Transjakarta Tambah Hari Operasi

"Sebenarnya kalau bisa dikelola warga sekitar, itu lebih baik, supaya rasa memilikinya lebih kuat. Karena tempat wisata yang ingin dikembangkan berbasis masyarakat, agar dapat merasakan manfaat dari pariwisata tersebut," ucapnya.

Selain mengembangkan pariwisata melalui pembangunan objek wisata baru, kami juga telah menyiapkan banyak langkah untuk mempertahankan tempat wisata yang sudah lama berdiri agar tetap eksis bahkan berkembang. Sebagai contoh, objek wisata Jembatan Cinta di kabupaten Tarumajaya dalam kondisi yang sangat langka meskipun diketahui oleh banyak wisatawan domestik dan luar daerah.

Objek wisata ini tidak dikelola secara maksimal karena pengelola tidak memperdulikannya. Akibatnya, kawasan wisata yang didirikan beberapa tahun lalu harus ditutup karena dianggap membahayakan wisatawan.

"Dampak dari penutupan objek wisata pasti sangat dirasakan khususnya bagi para pedagang dan pelaku UMKM di area tersebut. Omzet penjualan turun drastis akibat tidak ada pengunjung yang datang. Dalam waktu dekat kita akan cek lokasi karena ini juga bagian dari program kami menata kembali tujuan wisata agar bisa lebih berkembang," kata dia. (nb)

Baca Juga: Plt Walkot Bekasi Tri Adhianto Resmikan Mushola Nurul Hikmah di Objek Wisata Danau Cipeucang

Halaman:

Editor: Asroi Baihaqi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

YBM PLN-Jufi Resmikan Renovasi Sekolah di Muara Gembong

Selasa, 22 November 2022 | 11:15 WIB
X