Pengakuan Korban Begal Payudara di Mustika Jaya, Berikut Kronologinya

- Senin, 9 November 2020 | 16:21 WIB
WhatsApp Image 2020-11-09 at 16.18.49
WhatsApp Image 2020-11-09 at 16.18.49

Bekasikinian.com, Kota Bekasi - Belum usai dengan kasus begal payudara di Pondok Gede, kasus yang sama juga terjadi di Jalan Benda, Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi pada Sabtu (7/11/2020). Bekasikinian.com mendapat laporan dari salah satu pengikut Instagram yang mengaku telah menjadi korban begal payudara. Korban berinisial AM (22) menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa dirinya, serta korban telah melaporkan kejadian tersebut ke layanan aduan Komnas Perempuan. Berikut kronologi kejadian yang diceritakan korban kepada Bekasikinian.com: Baca juga: Begal Payudara di Pondok Gede, Pelaku Nekat Beraksi di Tengah Keramaian "Sepulang dari pernikahan teman hampir jam 10 malam, saya mampir sebentar untuk makan bersama teman saya di depan pom bensin Jalan Benda. Saat pulang, teman saya berada di belakang saya, saya sengaja minta tolong diikuti karena takut melewati jalan yang sudah sepi. Tiba-tiba saat saya liat spion, ada orang yang sudah menyalip teman saya dan dia terlihat memepet saya terus tepat di belakang motor saya, saya tambah kecepatan motor karena dia seperti semakin mendekat tapi tidak menyalip, saat saya belok ke jalan yang lebih sempit karena sudah dekat rumah, jadi saya tidak begitu khawatir karena pikir tidak mungkin begal motor karena motor itu Nmax lebih bagus dari motor saya Beat. Saat itu, pelaku mulai berni menyalip, saya pelankan motor karena saya pikir biar dia duluan saja, ternyata dia tidak menyalip tapi ingin di samping motor saya dan memegang bagian dada samping sampai paha sambil bicara yang saya tidak tahu, karena saya panik ketakutan, saya teriak dan tambah kecepatan sambil terus menekan klakson motor, berharap ada kendaraan lain yang datang, sampai akhirnya ada, dan saya lihat spion, pelaku sudah tidak ada di belakang" Setelah kejadian tersebut, AM tidak berani bercerita kepada orang tuanya karena takut menjadi beban pikiran kedua orang tuanya sehingga ia melaporkan kejadian tersebut kepada layanan aduan Komnas Perempuan. "Saya bahkan gak cerita ke orang tau karena pasti akan beban pikiran ke orang tua, saya ngajar & bulan depan skripsi, bener-benerĀ hopeless", tambah AM. Sampai berita ini diunggah, korban belum mendapatkan tindak lanjut dari laporan yang ia adukan ke Komnas Perempuan. Baca juga: Mulai Tahun Depan Imam Masjid Dapat Gaji Rp 2,5 Juta Per Bulan, Ini Syaratnya

Editor: Machfud

Tags

Terkini

3 Tempat Ngopi Enak di Bantar Gebang Bekasi

Jumat, 27 Januari 2023 | 09:15 WIB

Sambangi Sekolah Bunda Literasi Gali Potensi Siswa

Rabu, 25 Januari 2023 | 08:13 WIB

4 Wisata Pantai Hidden Gems di Bekasi

Selasa, 24 Januari 2023 | 04:22 WIB
X