• Rabu, 7 Desember 2022

KPAD Kota Bekasi Minta Pemerintah Buat Antisipasi Pencegahan Penyebaran Hepatitis Misterius

- Senin, 16 Mei 2022 | 12:44 WIB
Ketua KPAD Kota Bekasi, Aris Setiawan menggunakan batik dan bermasker hitam (Foto: Ayu Salma)
Ketua KPAD Kota Bekasi, Aris Setiawan menggunakan batik dan bermasker hitam (Foto: Ayu Salma)

Bekasikinian.com Kota Bekasi - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi meminta pemerintah pusat untuk menyampaikan langkah antisipasi pencegahan penyebaran penyakit hepatitis misterius yang kini tingkat penyebarannya semakin meluas.

"Penyakit hepatitis misterius ini memang perlu di antisipasi. Pemerintah perlu menyampaikan kepada stakeholder terkait agar penyebarannya tidak semakin meluas,” kata Ketua KPAD Kota Bekasi, Aris Setiawan kepada Bekasikinian pada Senin (16/5/2022).

Menurutnya, jika tidak ada langkah antisipasi yang disosialisasikan, maka langkah penyuluhan yang dilakukan di sejumlah daerah menjadi tidak maksimal.

"Karna di daerah itu rata-rata mengenai penyuluhan tracking kasusnya sedikit berbeda, Seperti sudah turun, sedangkan daerah lainnya masih tinggi itu menandakan bahwa di daerah itu masih mengikuti pemerintah pusat," ungkapnya.

Baca juga:

Pemkot Bekasi Ikuti Arahan Pusat Konfirmasi Kasus Hepatitis Akut

Selain itu, Aris juga menjelaskan nanti dengan adanya langkah antisipasi yang sudah disosialisasikan oleh pemerintah pusat, masyarakat yang berada di daerah-daerah pun tidak perlu merasa khawatir karena penyakit tersebut telah bisa dideteksi dari awal.

"Jika itu sudah dijelaskan di daerah pun tidak merasa kekhwatiran apabila terkait langkah antisipasi sudah dijelaskan oleh Pemerintah Pusat. Sebab isu yang pertama di dunia saat ini adalah kesehatan, karna baik di negara-negara lain kan mengenai model Antisipasi nya mengenai teknologi itu sudah bisa dideteksi dari awal, sedangkan di kita kan masih banyak yang terkendala," paparnya.

Ia juga berharap kepada Pemerintah Pusat agar lebih sigap menyikapi adanya penyakit ini. Katanya, sudah seharusnya Pemerintah Pusat dalam hal ini lebih bisa memberikan lebih cepat langkah antisipasi agar dapat dijalankan oleh Kementerian dari berbagai bidang seperti pendidikan dan kesehatan.

"Kita berharap pemerintah pusat itu a ware (sigap) terhadap penyakit-penyakit baru atau iklim di nusantara atau Asean dan Pasifik. Seharusnya mereka lebih bisa memberikan langkah langkah antisipasi yang bisa dijalankan oleh kementerian kementerian lainnya termasuk pendidikan, karna nasib anak ini kan dipertaharukan, kalau pemerintah pusat tidak segera mengantisipasinya," pungkasnya. (***)

Halaman:

Editor: Muhammad Hamzah

Tags

Terkini

Anggota TNI di Bekasi Menjadi Korban Curanmor

Kamis, 1 Desember 2022 | 22:41 WIB
X