• Minggu, 26 Juni 2022

Dinkes Kota Bekasi Imbau Masyarakat Lakukan Pencegahan DBD dengan 3M bukan Fogging

- Rabu, 25 Mei 2022 | 15:15 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati

Bekasikinian.com, Kota Bekasi – Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan pencegahan penyakit DBD yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypty dengan melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Kita perlu rutin melakukan 3M yaitu menguras bak mandi atau penampungan air, menutup rapat-rapat tempat penampungan air dan Mendaur ulang serta memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan jentik nyamuk,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati dalam keterangan yang diterima pada Rabu (25/5/2022).

Ia mengatakan terkait perkembangan DBD di Kota Bekasi, fogging bukan merupakan solusi pemberantasan DBD.

"Fogging bukan untuk pencegahan DBD dan bukan solusi utama untuk menghilangkan bahaya penyakit DBD, dikarenakan fogging hanya membunuh nyamuk Aedes Aegypty dewasa dan tidak dapat membunuh nyamuk yang berbentuk jentik serta dapat menyebabkan efek samping gangguan saluran pernapasan, gangguan pencernaan, gangguan sistem kekebalan tubuh dan gangguan pada ibu hamil jika menghirup gas tersebut secara berlebihan" ujar Tanti.

Baca juga:

Pasien Hepatitis Akut di Bekasi, Dinkes: Masih Dugaan

Namun menurutnya, dengan PSN 3M akan memberikan hasil yang baik apabila dilakukan secara luas, serentak, terus menerus dan berkesinambungan.

“PSN 3M sebaiknya dilakukan sekurang-kurangnya seminggu sekali oleh masing-masing pemilik rumah sehingga terjadi pemutusan rantai pertumbuhan nyamuk pra dewasa tidak menjadi dewasa" ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pengendalian nyamuk DBD dengan cara fogging harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan seperti, bila ada kasus DBD harus melapor ke Puskesmas diperkuat dengan bukti positif DBD di lembar Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KDRS).

“Hasil Positif pada Penyelidikan Epidemiologi (PE) yang dilakukan oleh petugas Puskesmas di wilayah kasus DBD ditemukan. Fogging hanya boleh dilakukan oleh petugas Puskesmas yang sudah terlatih,” pungkasnya. (***)

Halaman:

Editor: Muhammad Hamzah

Tags

Terkini

Audy Item Hadiri Panggilan Polisi Kasus Iko Uwais

Selasa, 21 Juni 2022 | 15:46 WIB

Suami Siram Air Keras ke Istri Masih Buron

Senin, 20 Juni 2022 | 17:43 WIB
X