• Rabu, 7 Desember 2022

Pemerintah Kota Bekasi Imbau Masyarakat Waspadai Penyakit Monkey Pox

- Rabu, 13 Juli 2022 | 21:52 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati

Bekasikinian.com, Kota Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Kota Bekasi untuk mewaspadai dan mencegah penyebaran terhadap penyakit Monkeypox.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan, Monkey Pox atau nama lainnya ialah Cacar Monyet merupakan penyakit Zoonosis, penyakit ini bersifat gejala yang ringan berlangsung selama 2-4 minggu, namun bisa berkembang menjadi gejala yang berat atau bahkan sampai kematian, berdasarkan survey yang terjadi, tingkat kematian ini sudah mencapai 3-6%.

“Penularan terjadi terhadap manusia melalui kontak langsung dengan orang, hewan yang terinfeksi, atau melalui benda yang terkontaminasi oleh virus tersebut.,” kata Tanti dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (13/7/2022).

Baca juga:

Kemenkes Keluarkan Surat Edaran Kewaspadaan Cacar Monyet

Ia menjelaskan, kewaspadaan dan antisipasi diberlakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi dengan memberikan pengertian dari masing-masing tahap serta gejala dari Monkeypox ini.

“Gejala yang terjadi pada kategori suspek monkeypox ini ialah sakit kepala, demam akut >38,5 derajat Celcius, Pembesaran Kelenjar Getah Bening, nyeri otot, terjadinya sakit punggung, dan makin melemahnya daya tahan tubuh." Ungkapnya.

"Pada kategori Probabel memiliki gejala seperti memenuhi kriteria suspek, dan telah melakukan aktivitas seperti tatap muka, kontak fisik dengan kulit atau lesi kulit, kontak seksual serta kontak dengan benda yang telah terkotaminasi dari kasus konfirmasi 21 hari." Sambung dia.

Ia menuturkan, pada Tahap Konfirmasi bisa terlihat dari hasil pemeriksaan laboratorium sekuensing Monkeypox atau PCR. Di tahap Discarded dalam pengecekan sekuensing atau PCR suspek dinyatakan negative, dan pada tahap terakhir yakni Kontak Erat bisa dinyatakan dari orang yang memiliki kontak dengan kasus probable atau kasus terkonfirmasi monkeypo.

“Banyaknya pertumbuhan dan penambahan kasus Monkeypox atau Cacar Monyet ini berasal dari negara non endemis yang sekarang meluas ke 3 regional  WHO yakni regional Eropa, Amerika, dan Western Pacific. Penyelidikan kasus terus diberlakukan demi mengetahui pola penularan di negara negara non endemis Monkeypox,” ujar Tanti.

Halaman:

Editor: Muhammad Hamzah

Tags

Terkini

Anggota TNI di Bekasi Menjadi Korban Curanmor

Kamis, 1 Desember 2022 | 22:41 WIB
X