• Rabu, 7 Desember 2022

Buntut Walkout dari Sidang Paripurna, Dewan ini Bakal Laporkan Solihin dan Bambang ke Badan Kehormatan DPRD

- Rabu, 24 Agustus 2022 | 18:15 WIB
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bekasi, Nuryadi Darmawan
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bekasi, Nuryadi Darmawan

Bekasikinian.com, Kota Bekasi – Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bekasi, Nuryadi Darmawan akan melaporkan Solihin dan Bambang Supriyadi sesama anggota legislatif ke Badan Kehormatan DPRD.

Hal itu buntut dari protes Solihin dan Bambang yang wolkout di rapat paripurna KUA PPAS APBD Kota Bekasi yang dinilai tidak mengganggarkan Pesantren pada APBD 2023.

“Seharusnya Solihin dan Bambang paham dengan mekanisme di DPRD. Sebagai anggota Banggar (Badan Anggaran), dia tidak protes dan merasa keberatan kok di saat Rapat Banggar. Lantas walk out saat paripurna kemarin maksudnya apa? mau nyari panggung?,” kata dalam keterangannya pada, Rabu (24/08/2022).

Baca Juga: Aksi Walkout Dewan PPP, Faisyal: Gus Shol Keliru, Pesantren Diperhatikan

Ia mengatakan, pembacaan rancangan dan penandatanganan nota kesepakatan antara Pemerintah Kota Bekasi dan DPRD Kota Bekasi tentang KUA PPAS APBD Kota Bekasi tahun anggaran 2023 itu, sudah disepakati oleh seluruh fraksi yang ada, termasuk juga Fraksi Golkar Persatuan yang merupakan tempat anggota dewan dari PPP itu bernaung.

“Begitu mengetahui alasan Sholihin walk out adalah buntut dari kekecewaannya kepada Plt Wali Kota karena tidak mendukung Keberadaan Pesantren di Kota Bekasi, aneh sih. Kami Fraksi PDI Perjuangan mengangap tuduhan kepada Plt Wali Kota Bekasi yang notabene adalah Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, membuat stigma bahwa kami sebagai fraksi PDI Perjuangan juga ikut tidak memperjuangkan Peraturan Daerah Pesantren,” ungkapnya kesal.

“Padahal faktanya, kami bukan hanya mengawal, namun juga sebagai inisiator berlakunya Perda Kota Bekasi Nomor 05 Tahun 2022 Tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren. Bahkan di PDI Perjuangan sendiri, kami punya sayap khusus untuk urusan agama yaitu Baitul Muslimin. Ini menandakan bahwa PDI Perjuangan adalah partai yang sangat paham dengan pentingnya agama dan pesantren. Atas tuduhan tersebut, kami akan laporkan ke Badan Kehormatan DPRD Kota Bekasi, agar diproses disana,” beber Bang Nung sapaan akrabnya.

Lebih lanjut Bang Nung menyebut bahwa tindakan walk out Gus Shol tersebut,sangat tidak berdasar dengan alasan apapun. Kecuali memang tidak ada kesepakatan di awal, terlebih mengenai KUA PPAS, dimana Gus Shol juga merupakan anggota banggar.

“Sangat diherankan sebagai anggota DPRD 2 periode, harusnya Gus Shol paham mekanisme DPRD, ada rapat banggar terhadap KUA PPAS, kemudian di Bamus kan, belum lagi sosialisasi di fraksi masing-masing terkait hasil rapat Banggar dan Bamus. Yang jadi pertanyaan saya adalah, kewajiban-kewajiban Gus Shol sebagai anggota DPRD dijalankan ngga? kemana saja Gus Shol selama ini? Kenapa jarang ikut rapat Banggar? Apa gak ada sosialisasi di Fraksinya? Sejauh mana pemahamannya mengenai kode etik dan kolektif kolegial? Pertanyaan-pertanyaan itu yang harus dijawab oleh Gus Shol,” pungkasnya. (hz)

Halaman:

Editor: Asroi Baihaqi

Tags

Terkini

Anggota TNI di Bekasi Menjadi Korban Curanmor

Kamis, 1 Desember 2022 | 22:41 WIB
X