• Jumat, 2 Desember 2022

BP2MI Lakukan Penggerebekan Penampungan TKI Ilegal di Jatisampurna Bekasi, 161 Orang Calon Pekerja Diamankan

- Jumat, 30 September 2022 | 13:30 WIB
Pengerebekan (ayu)
Pengerebekan (ayu)

Bekasikinian.com, Kota Bekasi - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan penggrebekan sebuah tempat penampungan TKI ilegal yang berlokasi di Jalan Raya Hankam No 1 RT 04 RW 05, Jati Rangon, Jatisampurna, Kota Bekasi pada Kamis (29/9/2022) malam.

Kepala Badan Perlindungan pekerja migran indonesia, Beny Rhamdani mengatakan dalam kesempatan ini ada sebanyak 161 calon pekerja yang akan diberangkatkan ke Arab Saudi diamankan di sebuah ruko dua lantai di kawasan Jatisampurna.

"Hari ini kita lakukan penggerebekan di Kota Bekasi informasi kita dapat malam ini dari teman-teman NGO, LSM maka kita langsung meluncur dan kita langsung masuk tadi. Kita temukan ada kurang lebih 161 anak-anak bangsa kaum perempuan, mayoritas ibu-ibu umur 35 - 45 tahun," ujar Beny di lokasi penggrebekan, Kamis (29/9).

Beny melanjutkan, ratusan orang TKI ilegal ini mulanya dijanjikan akan berangkat ke Arab Saudi dengan cepat dan penghasilan yang tinggi. Diketahui, satu orang terduga pelaku berperan sebagai calo dengan cara mendekati warga atau calon korban agar mau menjadi TKI. Keluarga korban juga dijanjikan akan diberi uang Rp. 5 - 10 juta jika mau merelakan anggota keluarganya untuk pergi bekerja ke luar negeri.

Baca Juga: 4 WNI Terdampar di Pulau Malaysia, Tanpa Makanan Apa Pun

"Jadi ada orang sini yang berperan sebagai calo ini adalah kaki tangan yang turun ke desa-desa kemudian mendekati masyarakat atau calon korban, menjanjikan pekerjaan dan bahkan agar keluarganya atau suaminya mengikhlaskan calon pekerja berangkat, diberikanlah uang feed sebesar 5-10 juta padahal itu uang ikatan dan setelah itu mereka di bawa ke penampungan," lanjut Beny.

Tidak hanya itu, Beny mengungkapnan mereka (terduga pelaku) juga tidak membekali para calon pekerja ini dengan visa pekerja melainkan dengan visa turis. Menurutnya, hal itu adalah praktik ilegal dan bisa dijerat dengan pasal Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

"Dan rata-rata karna mereka tidak resmi atau ilegal, mereka tidak menggunakan visa kerja, padahal undang undang mensyaratkan kalo bekerja harus menggunakan visa kerja, Mereka menggunakan visa turis, Visa Kunjungan atau Visa Umroh, jelas dengan menggunakan visa turis visa jiarah tapi sesungguhnya mereka bekerja di negara penempatan makan itu adalah praktek ilegal dan bisa di jerat dengan TPPO," ungkap Beny.

Baca Juga: Ini Alasan Jerman Tolak Kedatangan WNI yang Gunakan Paspor Baru

Sementara itu, Kapolsek Jatisampurna Iptu Santri Dirga mengatakan pihaknya saat ini masih mendata lebih lanjut terkait dengan berapa banyak agen atau calo yang bekerja untuk tempat penampungan TKI ilegal ini. Namun, ia menyatakan akan menyampaikan lebih lanjut apabila ada perkembangan.

Halaman:

Editor: Muhammad Hamzah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Anggota TNI di Bekasi Menjadi Korban Curanmor

Kamis, 1 Desember 2022 | 22:41 WIB

Sah. UMK Bekasi Lebih Tinggi Dibanding DKI Jakarta

Rabu, 30 November 2022 | 07:56 WIB

PKS Revitalisasi Pasar Kranji Baru Dievaluasi

Selasa, 29 November 2022 | 22:25 WIB
X