UMK Naik 7,09 Persen, APINDO Kota Bekasi Beri Sikap Penolakan

- Rabu, 30 November 2022 | 18:20 WIB
Logo APINDO
Logo APINDO

Bekasikinian.com, Kota Bekasi - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Bekasi menyatakan sikap penolakan terhadap rekomendasi dari kenaikan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) di Kota Bekasi sebesar 7,09 persen yang diumumkan pada Selasa (29/11) kemarin.

Ketua APINDO Kota Bekasi, Farid Elhakamy memaparkan alasan pihaknya menolak rekomendasi terhadap kenaikan UMK sebesar 7,09 persen ini.

Menurutnya, Kepmenaker nomor 18 tahun 2022 telah menyalahi aturan UU Cipta Kerja no 11 tahun 2020. Pihaknya juga menyarankan jika pemerintah beserta unsur lain masih berpicu pada Peraturan Pemerintah No 36 tahun 2021 maka kenaikan UMK di Kota Bekasi hanya berkisar antar 3,2 persen saja.

"Permenaker ini menyalahi aturan peundang-undanganan dan keputusan yang ada ada di atasnya, yaitu UU no 11 / 2020 Cipta Kerja jo PP no 36/2021 Jika menggunakan PP no 36/2021, maka kebaikan UMK untuk kota Bekasi berkisar antara 3 – 3.2%," katanya, Rabu (30/11).

"Yang kedua, melanggar keputusan MK terkait larangan menerbitkan keputusan strategis selama belum ada keputusan final dari MK," lanjutnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa dengan adanya rekomendasi kenaikan UMK sebesar 7,09 persen tersebut akan sangat mempengaruhi pendapatan yang diperoleh perusahaan.

" dengan kenaikan UMK tersebut akan memengaruhi cash flow perusahaan, bahkan bisa merugi, sehingga diperkirakan beberapa pengusaha berencana melakukan relokasi ke wilayah dengan biaya operasional yang masih standar," tutupnya.

Editor: Ayu Salma

Terkini

Diduga Begal, Tiga Remaja di Bekasi Diamankan Polisi

Senin, 30 Januari 2023 | 15:03 WIB
X