• Senin, 28 November 2022

FKUI Temukan Penyebab Utama Adanya Hepatitis Misterius

- Jumat, 13 Mei 2022 | 14:45 WIB
Seorang ASN yang ketahuan yang sudah berselingkuh dengan wanita lain
Seorang ASN yang ketahuan yang sudah berselingkuh dengan wanita lain

Bekasikinian.com, Jakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) meneliti awal mula adanya virus Hepatitis Misterius berawal dari Adenovirus dan SARS CoronaVirus 2.

Spesialis mikrobiologi FKUI, Dr dr Budiman Bela, SpMK(K) mengatakan, salah satu laboratorium yang ditunjuk untuk melakukan investigasi dan uji sampel terhadap penyakit Hepatitis Misterius. Laboratorium FKUI menguji sebanyak tujuh sampel berkaitan kasus Hepatitis Misterius.

"Namun sampai saat ini tentu masih kita pertimbangkan kemungkinan-kemungkinan lain walaupun kedua virus yang ditemukan ini memang merupakan kandidat kuat, ada permasalahan-permasalahan lain yang masih dipertimbangkan apakah ini sebetulnya hanya dicetuskan oleh virus infeksinya dan bisa virus apa saja atau memang Adenovirus dan SarsCoV2," kata Dr dr Budiman Bela, SpMK(K) dalam keterangannya yang disiarkan YouTube CME FKUI yang dilansir dari Pikiran Rakyat pada Jumat (13/5/2022).

Baca juga:

Pemkot Bekasi Ikuti Arahan Pusat Konfirmasi Kasus Hepatitis Akut

Meski begitu, dr Budiman Bela mengatakan dari hasil pemeriksaan shotgun sequencing pada sampel pertama oleh laboratorium Nusantrics dengan menggunakan sampel plasma diperoleh hasil tidak ditemukan Adenovirus 41 sebagai penyebab penyakit Hepatitis Misterius.

"Di sini kami masih memperkirakan, bisa jadi karena menggunakan sampel plasma dan bukan sampel whole blood karena pasien telah meninggal sehingga hanya sampel yang ada saja yang bisa kita periksakan. Sementara seperti tadi sempat saya kemukakan, Adenovirus 41 lebih banyak ditemukan pada sampel darah lengkap atau whole blood," ujarnya.

Ia melanjutkan dari hasil penelitian laboratorium Nusantrics ada didapati kemungkinan lain penyebab Hepatitis Misterius adalah jejak genetik DNA untuk virus cytomegalovirus (CMV), bakteri Bacillus cereus, dan bakteri Legionella.

"Apakah ini memiliki kemaknaan? untuk cytomegalovirus itu sebagian besar anak di Indonesia sudah terinfeksi jadi karena walaupun masih ada kemungkinan tapi semua ini masih kami simpan dulu apakah memang mereka merupakan penyebab atau tidak," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Hamzah

Tags

Terkini

Sejumlah Pengungsi Mengambil Air Selokan Untuk Berwudhu

Minggu, 27 November 2022 | 08:17 WIB

Walikota Medan Saksikan Mou BWI Medan dan FOZ Sumut

Minggu, 27 November 2022 | 07:24 WIB

Gerai Mie Gacoan di Bogor Terancam Dibongkar

Sabtu, 26 November 2022 | 07:36 WIB
X