• Rabu, 7 Desember 2022

Jangan Lari dari Kenyataan, Ini Tips Lari agar Tidak Cepat Capek

- Senin, 8 Agustus 2022 | 12:20 WIB
pelari (thinkstock   )
pelari (thinkstock )

Bekasikinian.com, Jakarta - Berlari dengan nyaman tanpa memaksakan diri dan menjaga kecepatan merupakan salah satu kunci yang bisa diterapkan oleh pemula bila ingin menjajal olahraga yang termasuk cabang atletik itu.

“Untuk pelari pemula sebenarnya lari nyaman saja. Lari nyaman itu artinya jangan terlalu dipaksakan napasnya. Jadi, lari jogging aja. Running with your own pace. Itu yang paling penting,” kata pelatih dan pelari senior Hendri Pardede dikutip dari Antara.

“Pelari rekreasional sama pelari atlet itu beda. Walaupun kita berkompetisi, tapi kita harus menjaga safety kita. Kita harus tahu bagaimana tubuh kita. Jadi, pesan saya selalu running with your own pace. Kedua, listen your body. Jadi, kalau sudah merasa tubuh mulai engap, mungkin bisa menurunkan kecepatan berlari,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Hendri menjelaskan bahwa kesalahan yang umumnya dilakukan pelari pemula saat lomba lari adalah memulai dengan kecepatan penuh. Hal tersebut justru dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan tenaga.

“Jadi, pelan-pelan dulu, baru mempercepat. Tubuh itu sebenarnya kayak mesin diesel. Pelan-pelan dulu, tubuhnya sudah mulai panas, menambah kecepatannya pelan-pelan. Itu mungkin tips untuk para pelari pemula. Jangan ngebut di awal, tapi di tengah-tengah mogok,” jelas Hendri.

“Biasanya pelari pemula gitu. Karena animo adrenalinnya start-nya banyak Jadi cepat langsung larinya. Tapi, di tengah-tengah jadinya malah mogok. Akhirnya di garis finish cuma bisa jalan kaki,” lanjutnya.

Sebelum berlomba, Hendri mengatakan bahwa mempersiapkan energi juga perlu untuk dilakukan. Hendri menyarankan para pelari untuk mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dua hari sebelum perlombaan.

Untuk menghitung jumlah karbohidrat yang dibutuhkan oleh tubuh, pelari dapat menghitung 0,1 dikalikan dengan berat badan. Jumlah tersebut adalah jumlah ideal karbohidrat yang dibutuhkan oleh tubuh agar bisa mendapatkan energi yang optimal saat berlari.

“Sebelum race, seperti biasanya perbanyak karbohidrat kompleks. Bisa berupa ubi, kentang, pokoknya jenis-jenis karbohidrat kompleks untuk kita makan sejak H-2 perlombaan. Untuk cadangan glikogennya. Karena saat kita berlari, kita membutuhkan energi,” ungkap Hendri.

“Energi itu nggak bisa cukup hanya dari gula yang kita makan. Ada juga isotonik dari minuman. Tapi, itu saja nggak cukup. Ketika berlari dengan rute yang panjang apalagi half maraton, kita memerlukan cadangan energi. Besarannya bukan sebanyak-banyaknya tapi 0,1 dikali berat badan. Jadi, kalau beratnya 70 kg, berarti karbo loadingnya 700 gram. Nah ini harus dikonsumsi di luar jam makan yang lain,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Hamzah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aktivitas Gunung Semeru Kembali Meningkat

Minggu, 4 Desember 2022 | 14:53 WIB

Dinkes Cianjur Catat 2000 Pengungsi Terserang ISPA

Rabu, 30 November 2022 | 06:51 WIB

Tim Sar Masih Cari Korban Gempa Cianjur di 3 Lokasi

Selasa, 29 November 2022 | 16:31 WIB
X