• Rabu, 7 Desember 2022

Tahun 2023, Hanya Warga Miskin Ekstrem Yang Akan Terima BLT

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 19:00 WIB
tahun 2023 mendatang, rencananya Kemendes masih akan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) namun hanya rakyat miskin ekstream
tahun 2023 mendatang, rencananya Kemendes masih akan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) namun hanya rakyat miskin ekstream

Bekasikinian.com, Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan tahun 2023 mendatang, rencananya Kemendes masih akan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Namun BLT hanya akan diterima oleh warga miskin ekstrem.

"Tahun 2023 ketika pandemi sudah nggak ada lagi, dan dampaknya sudah bisa ditangani, tentu BLT dana desa yang kebijakannya berdasarkan kondisi COVID saat itu bisa berubah, berubah bisa jadi tidak ada BLT, bisa juga ada BLT, tetapi kebijakan yang bangun BLT berbeda. 2023 narasi yang akan mendasari kebijakan BLT adalah percepatan penuntasan kemiskinan ekstrem. Nah dana desa tetap bisa dipakai BLT tapi prediksi saya tidak sebesar COVID karena fokus pada masyarakat miskin ekstrem," kata dalam keterangannya pada, Kamis (11/8/2022).

Halim menjelaskan pada 2023 BLT itu diperuntukkan bagi warga miskin ekstrem. Nominal BLT juga diperkirakan akan tetap senilai Rp 300 ribu.

Baca juga:

BLT Subsidi Gaji 2021 Cair Bulan Ini, Apakah Kamu Termasuk? Cek Disini!

"BLT sekarang basisnya adalah pandemi. 2023 tetap BLT tapi basisnya miskin ekstrem. Artinya, tetap ada bantuan langsung tunai, besaran nggak berubah kira-kira tetap Rp 300 ribu. Tapi yang dapat adalah miskin ekstrem, siapa? Yang penghasilannya di bawah USD 1,99 per hari basisnya KK (kartu keluarga), dan belum menerima program dari apa pun," ungkapnya.

Halim mengungkapkan dana desa tahun 2023 akan mengalami kenaikan. Setelah sebelumnya tahun 2021 mencapai Rp 400,001 triliun. Kemudian pada 2022 menurun refocusing Rp 68 triliun.

Halim memprediksi jumlah penerima BLT akan menurun karena penerimanya hanya miskin ekstrem. Miskin ekstrem ialah penduduk desa yang penghasilannya di bawah 80% garis kemiskinan kabupaten/kota setempat sebagaimana dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

"Kalau ngomong kemiskinan, ada miskin ada miskin ekstrem. Miskin ekstrem ada 2 dalam konsep saya. Miskin ekstrem yang numpuk tadi yang sudah tidak usah ngomong pemberdayaan negara harus hadir, miskin ekstrem kedua negara perlu bicara pemberdayaan," imbuhnya. (mm)

Baca juga:

Halaman:

Editor: Muhammad Hamzah

Tags

Terkini

Aktivitas Gunung Semeru Kembali Meningkat

Minggu, 4 Desember 2022 | 14:53 WIB

Dinkes Cianjur Catat 2000 Pengungsi Terserang ISPA

Rabu, 30 November 2022 | 06:51 WIB

Tim Sar Masih Cari Korban Gempa Cianjur di 3 Lokasi

Selasa, 29 November 2022 | 16:31 WIB
X