• Selasa, 29 November 2022

Kenalkan IMUT yang Bisa Mengatasi Masalah Stunting

- Sabtu, 20 Agustus 2022 | 15:57 WIB
Ilustrasi stunting (Freepix)
Ilustrasi stunting (Freepix)

Bekasikinian.com, Jakarta - Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Medan bersama FKM USU dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkes RI, melakukan penelitian program Integrasi yang dinilai bisa mengatasi masalah stunting di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara.

IMUT (Ikan, Maggot, Unggas, dan Tanaman), penelitian yang diklaim sebagai alternatif masalah kerawanan pangan dan percepatan penurunan stunting.

Hasil penelitian ini telah didiseminasikan di Aula Kantor Bupati Mandailing Natal dan dihadiri oleh Bupati HM Jafar Sukhairi Nasution.

Direktur Poltekkes Medan, Dra Ida Nurhayati MKes, mengatakan bahwa IMUT ini bermanfaat bagi lingkungan hidup untuk mengurangi sampah organik yang jumlahnya 60% dari total sampah di Kab Mandailing Natal.

Sampah organik akan diurai oleh maggot. Sementara maggot yang berprotein tinggi digunakan untuk campuran pakan ikan dan unggas.

Hasil sisa penguraian sampah oleh maggot digunakan untuk pupuk tanaman yang dibudidayakan seperti tanaman sayuran dan tanaman obat.

“IMUT merupakan bentuk pemanfaatan pekarangan dengan budidaya ikan, maggot, unggas dan tanaman yang hasilnya dapat meningkatkan nilai ekonomi keluarga, pemenuhan gizi keluarga yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta mewujudkan green environment,”  ujar Ida, dilansir dari laman resmi Kemenkes.

Di tempat yang sama Bupati Mandailing Natal, HM Jafar Sukhairi Nasution, memberikan respons positif dan mengapresiasi atas terlaksananya penelitian IMUT.

Bentuk komitmen tersebut berupa pelibatan 17 organisasi perangkat daerah (OPD) secara langsung sebagai upaya penanggulangan persoalan stunting di Kabupaten Mandailing Natal.

“Tentunya 17 OPD ini akan diberikan pos anggaran pelaksanaan program. Saat ini, Pemkab Mandailing Natal juga telah membentuk tim upaya pemulihan lingkungan, yang bertugas mengedukasi masyarakat mengenai pola hidup sehat,” tutur Jafar.

Selain itu, Pihaknya juga telah melibatkan pos anggaran dana desa dalam penanggulangan stunting sebesar 8%.

Halaman:

Editor: Muhammad Hamzah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tim Sar Masih Cari Korban Gempa Cianjur di 3 Lokasi

Selasa, 29 November 2022 | 16:31 WIB
X