• Rabu, 30 November 2022

Soal Putri Candrawathi Tak Ditahan, Arist Merdeka Sirait Menuding Ada Transaksi Bagi-bagi Amplop

- Selasa, 6 September 2022 | 19:11 WIB
Soal Putri Candrawathi Tak Ditahan, Arist Merdeka Sirait Menuding Ada Transaksi Bagi-bagi Amplop (Instagram/@aristmerdeka.official)
Soal Putri Candrawathi Tak Ditahan, Arist Merdeka Sirait Menuding Ada Transaksi Bagi-bagi Amplop (Instagram/@aristmerdeka.official)

Bekasikinian.com, Jakarta - Salah satu tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi hingga kini belum ditahan. Hal tersebut melahirkan pro kontra berbagai pihak, termasuk dari Komisioner Komnas Perempuan, Ketua Komisi Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait.

Arist Merdeka Sirait menuding ada tindakan kecurangan terkait jalannya proses penanganan kasus pembunuhan Brigadir J. Salah satunya upaya penyelamatan Putri Candrawathi dari hukuman.

Upaya penyelamatan Putri Candrawathi dari hukuman tersebut, menurut Arist Merdeka Sirait adalah diduga karena ada aksi bagi-bagi uang yang dilakukan Ferdy Sambo.

Baca Juga: Komnas HAM Buka Kembali Kasus Pelecehan Seksual Putri Candrawathi, Sugeng Teguh Santoso Beri Tanggapan

"Jangan-jangan ada aksi yang dilakukan untuk meringankan sangkaan Pasal 340 kepada Sambo dan ibu Putri untuk meringankan," ucap Arist Merdeka Sirait dilansir dari kanak Youtube Uya Kuya TV, pada Selasa (6/9/2022).

Lebih lanjut, ketua Komnas PA itu juga memperkuat tudingannya dengan membeberkan bukti lain, yakni laporan pengakuan dari LPSK jika pihaknya sempat mendapatkan tawaran suap.

"Yang kedua, saya mendapat informasi ada bagi-bagi uang, karena memang fakta dari LPSK (Lembaga Saksi dan Korban) dia mendapatkan bujuk rayu untuk dua amplop coklat," sambungnya.

Melihat hal tersebut, Arist Merdeka Sirait mengaku tak heran, sebab menurutnya saat ini Komnas HAM pun seperti berada di pihak Ferdy Sambo karena telah membuka laporan yang pernah ditutup yautu dugaan kekerasan seksual.

"Wajar saja, karena terjadi situasi yang tidak menguntungkan bagi korban, apalagi sekarang setelah Komnas HAM memberikan rekomendasi dari empat alasan itu ada dugaan kekerasan seksual," jelas Arist Merdeka Sirait.

Halaman:

Editor: Muhammad Hamzah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tim Sar Masih Cari Korban Gempa Cianjur di 3 Lokasi

Selasa, 29 November 2022 | 16:31 WIB
X