Kemenhub Resmi Mengumumkan Kenaikan Tarif Ojol

- Rabu, 7 September 2022 | 17:35 WIB
Kemenhub Resmi Mengumumkan Kenaikan Tarif Ojol
Kemenhub Resmi Mengumumkan Kenaikan Tarif Ojol

Bekasikinian.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan telah resmi mengumumkan kenaikan tarif ojek online (ojol) pada hari Rabu, 7 September 2022. Penetapan tersebut dilakukan menyusul adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Penyesuaian biaya jasa dilakukan terhadap penyesuaian biaya jasa seperti PPN, UM, dan komponen perhitungan jasa lainnya," kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno dalam konferensi video, Rabu (7/9/2022).

Kenaikan tarif ojol Hendro menjelaskan berdasarkan biaya langsung dan tidak langsung. Beberapa diantaranya yaitu komponen kenaikan UMR, asuransi pengemudi, biaya jasa minimal 4 kilometer dan kenaikan harga BBM.

Baca Juga: Soal kenaikan Harga BBM, FSPOSI Desak Kemenhub Sesuaikan Tarif Ojol

Dengan adanya keputusan tersebut, ditetapkan zona I yakni Sumatra dan Jawa (selain Jabodetabek) untuk tarif batas bawah naik dari Rp 1.85 menjadi Rp 2.000 atau naik delapan persen. Lalu untuk tarif batas atas naik dari Rp 2.300 menjadi Rp 2.500 atau naik 8,7 persen. Lalu tarif minimalnya Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu.

Lalu untuk zona II yakni Jabodetabek, tarif batas bawah naik dari Rp 2.250 menjadi Rp 2.550 atau naik 13 persen. Sementara tarif batas atas naik dari Rp 2.650 menjadi Rp 2.800 atau naik 6 persen. Lalu tarif minimalnya dari Rp 10.200 hingga Rp 11.200.

Sementara untuk zona II yakni Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan sekitarnya, tarif batas bawahnya naik dari Rp 2.100 menjadi Rp 2.300 atau naik 9,5 persen. Sementara untuk tarif batas atas naik dari Rp 2.600 menjadi Rp 2.750. Lalu tarif minimalnya dari Rp 9.200 hingga Rp 11 ribu.

Selain kenaikan tarif ojol, Kemenhub juga menetapkan biaya sewa aplikasi yang baru. "Biaya sewa pengguna aplikasi paling tinggi 15 persen jadi ada penurunan sebelumnya 20 persen menjadi 15 persen untuk biaya sewa aplikasi," ungkap Hendro.

Hendro menegaskan, Kemenhub memberikan waktu penyesuaian kepada aplikator untuk menerapkan aturan terbaru tersebut. Hendro mengatakan aplikator wajib menerapkan tiga hari sejak regulasi terbit hari ini (7/9/2022). (nb)

Halaman:

Editor: Asroi Baihaqi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kementerian BUMN Buka Bazar UMKM untuk Indonesia 2023

Jumat, 27 Januari 2023 | 10:04 WIB

Menag Kutuk Aksi Pembakaran Alquran di Swedia

Jumat, 27 Januari 2023 | 09:27 WIB

Ria Ricis Ingin Sekolahkan Moana ke Mesir

Kamis, 26 Januari 2023 | 11:31 WIB

Kabar Baik!! Harga Emas Antam Turun

Kamis, 26 Januari 2023 | 09:38 WIB
X