Para Pemimpin Agama di Dunia Akan Berkumpul Pada ‘Konferensi Spiritual’

- Rabu, 7 September 2022 | 18:48 WIB
Gus Yahya (Ist)
Gus Yahya (Ist)

Bekasikinian.com, Jakarta -- Para pemimpin agama terkemuka dari seluruh dunia akan berkumpul di Indonesia pada 2-3 November 2022 untuk mengadakan "konferensi spiritual" resmi yang dikenal sebagai Forum Keagamaan G20. Forum G20 bernama Religi 20 (R20) ini digagas oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan didukung penuh oleh pemerintah Indonesia.

PBNU dan Penggagas Forum R20, KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, tujuan konferensi ini adalah untuk memastikan bahwa agama dapat berperan sebagai solusi dari masalah global. Agama bukan bagian dari masalah global.

Baca Juga: Warga Bekasi ikut istighotsah bersama Habib Luthfi Bin Yahya

"Menjadi tuan rumah R20 yang pertama, PBNU telah menggandeng Liga Muslim Dunia (Rabithah al-'Alam al-Islami), organisasi yang berkantor pusat di Makkah, Arab Saudi sebagai penyelenggara bersama (Co-Host)," kata Gus Yahya saat konferensi pers R2 di Jakarta, Rabu (7/9/2022).

Catatan, R20 pertama akan digelar di Nusa Dua Bali pada 2-3 November 2022. Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan menjadi pembicara pada acara pembukaan R20 pada 2 November 2022. Pembicara lain yang telah setuju untuk bergabung dengan R20 antara lain KH A Mustofa Bisri, yang menjabat sebagai Rais Aam PBNU dari 2014 hingga 2015, Uskup Thomas Schirrmacher sebagai Sekretaris Jenderal World Bible Union, dan Profesor Mary Ann Glendon adalah Profesor Emeritus Studi Hukum di Harvard Law School dan mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Vatikan.

Baca Juga: Kemenag Terbitkan Aturan Larangan Kekerasan di Lembaga Pendidikan Agama

Gus Yahya mengatakan lebih dari 200 pemimpin agama dan politik terkemuka dari Indonesia dan seluruh dunia juga mengkonfirmasi kehadiran mereka.

Tentang tema-tema kunci dan isu-isu yang akan digali dalam R20, Gus Yahya menyampaikan, antara lain rasa sakit sejarah, kebenaran, rekonsiliasi dan pengampunan. Selanjutnya, kenali dan rangkul nilai-nilai luhur dari agama dan peradaban besar dunia. Re-tekstualisasi ajaran agama yang ketinggalan zaman dan bermasalah. Identifikasi nilai-nilai yang diperlukan untuk mengembangkan dan memastikan koeksistensi damai, dan ekologi spiritual.

Gus Yahya mencontohkan, sebagai sarana untuk membina kerjasama yang sistematis antar agama, peradaban dan bangsa, R20 di Indonesia menjanjikan dampak global yang langgeng.

"Melalui forum R20 kami berharap dapat memfasilitasi munculnya sebuah gerakan global. Forum agama G20 ini akan mengundang orang-orang dengan niat baik dari setiap agama dan bangsa untuk membawa struktur kekuatan geopolitik dan ekonomi dunia selaras dengan nilai-nilai moral dan spiritual tertinggi demi seluruh umat manusia," ujar Gus Yahya.

Halaman:

Editor: Muhammad Hamzah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ria Ricis Ingin Sekolahkan Moana ke Mesir

Kamis, 26 Januari 2023 | 11:31 WIB

Kabar Baik!! Harga Emas Antam Turun

Kamis, 26 Januari 2023 | 09:38 WIB

Pemerintah Siapkan 537 Milyar untuk Hunian IKN

Kamis, 26 Januari 2023 | 09:00 WIB

Gambia Jadi Tuan Rumah KTT OKI, Menlu: Kami Setuju

Rabu, 25 Januari 2023 | 22:38 WIB
X