• Rabu, 30 November 2022

Dirasa Janggal, Surat Perjanjian Orang Tua Santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Jadi Sorotan

- Senin, 12 September 2022 | 07:54 WIB
Dirasa Janggal, Surat Perjanjian Orang Tua Santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor 1 Jadi Sorotan (Instagram/@pondok.modern.gontor)
Dirasa Janggal, Surat Perjanjian Orang Tua Santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor 1 Jadi Sorotan (Instagram/@pondok.modern.gontor)

Bekasikinian.com, Ponorogo – Surat perjanjian orangtua atau wali santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, beredar di Internet. Poin-poinnya menjadi sorotan publik.

Surat pernyataan tersebut beredar, jadi salah satu imbas dari kasus kematian berinisial AM (17) asal Palembang yang meniggal akibat mengalami penganiayaan di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor.

Namunn sebelum diketahui AM meninggal akibat penganiayaan, pihak Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor sempat mengatakkan hal yang tidak demikian, yakni menyebut santri asal Palembang itu meninggal akibat kelelahan setelah menjalankan agenda Perkemahan Kamis Jumat (Perkajum).

Baca Juga: Bantah Soal BSU Batal Cair, Berikut Penjelasan dari Pemerintah

Sebelum terungkap pun, orang tua AM, Soimah, sempat ditolak berkali-kali oleh pihak pondok dan kepolisian setempat, ketika berupaya menindaklanjuti kasus kematian anaknya tersebut.

Meski terus mendapatkan penolakan, Soimah tak gentar memperjuangkan haknya untuk membongkar hal tersebut. Ia lantas mengadukan kejadian tersebut ke pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea.

Upaya Soimah pun membuahkan hasil, Hotman Paris bersedia membantu dalam kasus ini. Kesediaan pengacara kondang sontak membuat kasus ini semakin banyak menyita perhatian publik.

Kini, citra Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor 1 telah tercemar namanya, tak cukup sampai disitu, belum lama surat perjanjian orangtua atau wali santri ponpes yang harus ditandatangani sebelum menitipkan anaknya ke sana viral di media sosial.

Dari 6 poin tersebut, terdapat beberapa poin yang dirasa janggal dan dinilai melemahkan orang tua atau wali santri dalam mengupayakan atau melawan apapun kehendak pesantren setelah mengirimkan anak mereka.

Halaman:

Editor: Muhammad Hamzah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tim Sar Masih Cari Korban Gempa Cianjur di 3 Lokasi

Selasa, 29 November 2022 | 16:31 WIB
X