• Rabu, 7 Desember 2022

Kritik terhadap Minuman Esteh Indonesia berujung pada UU ITE

- Selasa, 27 September 2022 | 10:36 WIB
EsTeh Indonesia (detik)
EsTeh Indonesia (detik)

Bekasikinian.com, Jakarta - Brand Esteh Indonesia saat ini sedang menjadi trending topic di Twitter. Pasalnya, pemilik akun Twitter @gandhooy mengkritisi minuman merek tersebut, termasuk varian Chizu Red Velvet, hingga berujung pada somasi dari perusahaan.

"Selamat pagi, tolong perkenalkan saya kepada Gandhi sebagai pemilik akun Twitter @gandhoyy, beberapa hari yang lalu saya mengirim tweet yang tidak menyenangkan ke perusahaan minuman PT.ES Teh Indonesia Makmur di mana saya mencela produk yang saya konsumsi yang menyebabkan kerugian," cuit Gandhi.

Dia mengkritik minuman itu karena terlalu manis dan bisa menyebabkan diabetes massal. Esteh Indonesia mengatakan klaim Gandhi bahwa mereka menggunakan 3kg gula mungkin telah menyesatkan konsumen.

Baca Juga: EsTeh Indonesia Somasi Pelanggannya Gegara Chizu Red Velvet

"Sebagai pemilik merek dan pencipta produk minuman ini, ada beberapa komentar hewani dan komentar tidak baik lainnya terhadap kami. Oleh karena itu, kami merasa terhina/fitnah atas pernyataan Anda yang dapat melukai keluarga Esteh Indonesia," dari Indonesia Satu poin somasi untuk merek minuman. Menurut akun Twitter @AdhityaHanzak, kritik semacam itu dapat menyebabkan Gandhi terikat oleh Pasal 28(2) UU ITE, yang menulis: "Setiap orang secara sadar dan tidak berhak menyebarkan pesan yang ditujukan kepada individu tertentu dan/atau orang lain. Pesan yang menimbulkan kebencian atau permusuhan, atau kelompok masyarakat.

Baca Juga: Gelar Razia, Warung Kelontong di Jatiasih Kedapatan Jual Minuman Keras Secara Ilegal

Namun, ketentuan tertulis tersebut tidak lengkap karena tidak mencantumkan "berdasarkan ras, agama, ras, dan suku (SARA). “Di sini, saya ingin meminta maaf kepada PT. ES Teh Indonesia Makmur karena memposting tweet yang telah banyak dibahas oleh publik tentang salah satu produknya, 'Chizu Red Velvet’," tambah Gandhi.

Namun, sebagian besar netizen membela Gandhi. Mereka menganggap Esteh Indonesia tidak bisa menerima kritik. Salah satunya datang dari akun Twitter @IGD_DharmaYoga. "Es teh Indonesia mungkin mengikat secara hukum, tetapi pelanggan selalu memiliki daya beli. Cobalah untuk menuntut pelanggan Anda sendiri dan Anda menggali kuburan Anda sendiri," tweetnya. (sy)

 

Editor: Muhammad Hamzah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aktivitas Gunung Semeru Kembali Meningkat

Minggu, 4 Desember 2022 | 14:53 WIB

Dinkes Cianjur Catat 2000 Pengungsi Terserang ISPA

Rabu, 30 November 2022 | 06:51 WIB

Tim Sar Masih Cari Korban Gempa Cianjur di 3 Lokasi

Selasa, 29 November 2022 | 16:31 WIB
X