BNPB Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Masih Berlangsung hingga 15 Oktober

- Kamis, 13 Oktober 2022 | 09:20 WIB
Ilustrasi petir. Seorang gadis berusia 12 tahun diyakini tewas setelah disambar petir saat menggunakan ponsel pintar di rumahnya.  (Pixabay)
Ilustrasi petir. Seorang gadis berusia 12 tahun diyakini tewas setelah disambar petir saat menggunakan ponsel pintar di rumahnya. (Pixabay)

Bekasikinian.com, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto meminta seluruh pemangku kebijakan di daerah menyiapkan perangkat kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem.

“Penanggulangan bencana adalah standar pelayanan minimum di daerah. Untuk itu, pimpinan daerah dan segenap jajaran agar segera melakukan apel kesiapsiagaan dalam rangka mengetahui dan mengecek kesiapan alat, perangkat, dan personel untuk menghadapi bencana banjir, longsor akibat cuaca ekstrem,” kata Suharyanto.

Cuaca ekstrem diprakirakan masih akan melanda wilayah Tanah Air dalam kurun sepekan ke depan atau sampai Sabtu (15/10).

Baca Juga: BNPB Catat 150.322 Jiwa Terdampak Banjir dalam Sepekan

Menurut data BNPB, kejadian bencana yang dipicu oleh faktor cuaca seperti banjir, cuaca ekstrem dan tanah longsor mendominasi sejak 1 Januari hingga 9 Oktober 2022. Bencana banjir terjadi sebanyak 1.083 kali, cuaca ekstrem 867 peristiwa dan tanah longsor 483 kejadian, disusul bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 239 kejadian, gempa bumi dan gunung api 21 kejadian, gelombang pasang atau abrasi 21 kejadian, dan kekeringan 4 kejadian.

Akibat dari rentetan bencana tersebut, sebanyak 160 jiwa meninggal dunia, 28 hilang, 790 luka-luka dan 3.193.001 terdampak bencana. Kerugian yang ditimbulkan atas bencana selama 10 bulan ini meliputi 31.170 rumah rusak, 882 fasilitas rusak, 501 fasilitas pendidikan rusak, 306 rumah ibadah rusak, 75 fasilitas kesehatan rusak, 137 kantor rusak, dan 137 jembatan rusak.

Kepala BNPB menerangkan bahwa selama sepekan terakhir (3 hingga 9 Oktober), telah terjadi 66 kejadian bencana hidrometerologi basah yang meliputi 35 kejadian banjir, 16 tanah longsor dan 15 cuaca ekstrem. Dari seluruh kejadian itu, sebanyak sembilan jiwa meninggal dunia, satu orang hilang dan 151.156 warga terdampak.

Baca Juga: BNPB Sebut Banjir Kalimantan Masih Berulang dari Tahun Sebelumnya

Atas dasar seluruh rangkaian bencana tersebut, Kepala BNPB mengingatkan kembali kepada pemerintah daerah agar segera menerbitkan status tanggap darurat apabila terjadi bencana.

Hal itu menjadi penting, sebab dengan diterbitkannya status tanggap darurat, seluruhpemangku kepentingan dapat memberikan bantuan dan dukungan untuk mengurangi dampak risiko, baik meminimalisasi jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materi dan penghidupan lainnya. (sy)

Halaman:

Editor: Muhammad Hamzah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ria Ricis Ingin Sekolahkan Moana ke Mesir

Kamis, 26 Januari 2023 | 11:31 WIB

Kabar Baik!! Harga Emas Antam Turun

Kamis, 26 Januari 2023 | 09:38 WIB

Pemerintah Siapkan 537 Milyar untuk Hunian IKN

Kamis, 26 Januari 2023 | 09:00 WIB

Gambia Jadi Tuan Rumah KTT OKI, Menlu: Kami Setuju

Rabu, 25 Januari 2023 | 22:38 WIB
X