Menjaga Sejarah, Museum Muhammadiyah di Yogyakarta Diresmikan Menko PMK

- Selasa, 15 November 2022 | 10:06 WIB
Museum Muhammadiyah di UAD (republika)
Museum Muhammadiyah di UAD (republika)

Bekasikinian.com, Yogyakarta - Museum Muhammadiyah yang terletak di Gedung 4 kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) akhirnya diresmikan pada Senin (14/11/2022). Peresmian diresmikan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof Muhadjir Effendy dan Ketua PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir.

Pembangunan museum telah berlangsung sejak 2018, dengan peletakan batu pertama oleh Presiden Joko Widodo. Museum ini memiliki empat lantai, dengan luas bangunan 1.200 meter persegi dan total luas tanah 2.800 meter persegi.

Konon pencetus pembangunan museum ini adalah ide dari Presiden Joko Widodo. Menurutnya, pendirian museum tersebut merupakan pemberian dari ketua Perhimpunan Muhammadiyah.

“Museum ini mulanya dari Presiden Jokowi. Itu pemberian beliau kepada Masyarakat Muhammadiyah, (pengembangannya) cukup lama karena beliau (presiden) butuh waktu lima tahun untuk meletakkan batu pertama karena Covid-19," ucap Muhadjir saat peresmian Museum Muhammadiyah di kompleks UAD Kampus 4, Bantul, DIY.

Muhadjir mengatakan ada beberapa pertimbangan dalam memilih kompleks Kampus 4 UAD untuk museum. Salah satunya karena UAD merupakan kampus tertua di DIY.

“Di UAD, karena museum itu mahal dan perlu dirawat, maka perlu biaya operasional, dan jika (untuk pengembangan lanjutan) tidak dilakukan dengan bantuan pemerintah, ini (UAD) nombok dulu," kata Muhadjir.

Pada saat yang sama, Haedar juga menyampaikan bahwa museum ini akan terus berkembang dan berbenah ke depan. Ia mengajak seluruh pimpinan Muhammadiyah dari pusat, daerah dan cabang untuk melengkapi isi museum.

Baca Juga: Menko Perekonomian Yakini Pemulihan Ekonomi Indonesia Stabil pada 2022

Pasalnya, kata Haedar, banyak daerah Muhammadiyah yang memiliki situs penting terkait sejarah Muhammadiyah. Bahkan, Haedar juga meminta agar jejak-jejak dakwah KH Ahmad Dahlan dipajang di museum.

“Saya mengajak seluruh pimpinan daerah ke cabang-cabang yang memiliki tempat-tempat penting khususnya generasi awal Muhammadiyah (sejarah), untuk terus berkomunikasi dengan UAD dan MPI (Komite Perpustakaan dan Penerangan) untuk melengkapi museum ini, buku-buku perlu kita tunjukkan,” kata Haedar.

Halaman:

Editor: Romy Syawaluddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ria Ricis Ingin Sekolahkan Moana ke Mesir

Kamis, 26 Januari 2023 | 11:31 WIB

Kabar Baik!! Harga Emas Antam Turun

Kamis, 26 Januari 2023 | 09:38 WIB

Pemerintah Siapkan 537 Milyar untuk Hunian IKN

Kamis, 26 Januari 2023 | 09:00 WIB

Gambia Jadi Tuan Rumah KTT OKI, Menlu: Kami Setuju

Rabu, 25 Januari 2023 | 22:38 WIB
X