MUI: Ada 5 Langkah Membangun Ekosistem Tashih Konten Keislaman

- Kamis, 1 Desember 2022 | 09:56 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Arif Fahrudin
Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Arif Fahrudin

Bekasikinian.com, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Arif Fahrudin, menguraikan lima langkah untuk membangun ekosistem tashih konten keislaman.

Kiai Arif menjelaskan, yang pertama, konsolidasi penulis konten keislaman kebangsaan. Menurut dia, media punya peran sangat penting untuk menyebarkan informasi atau kegiatan yang kita buat sehingga apa yang ingin disampaikan bisa diketahui khalayak umum. Kedua, kedaulatan sistem informasi. Sekarang semua orang bisa memproduksi konten dan informasi.

“Kita berada dalam era tsunami informasi. Semua platform media sosial dimiliki oleh negara-negara Barat. Dunia Islam hanya menjadi ladang konsumen saja,” kata Kiai Arif dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (1/12/2022).

Baca Juga: TP PKK Sampaikan 4 Pemberdayaan Perempuan di Workshop MUI

Dia melanjutkan yang ketiga, penguatan sinergi jejaring intelektual pondok pesantren dan perguruan tinggi. Menurutnya, perlu ada pertemuan intelektual pesantren dan perguruan tinggi yang intensif sehingga mereka membuat konten dan kontennya bisa dipertanggungjawabkan.

Keempat, imbuh dia, penguatan literasi konten keislaman dan kebangsaan. Keislaman dan kebangsaan adalah dua hal yang saling melengkapi dan jangan dibentur-benturkan.

Kelima, capacity building SDM pentashih konten keislaman. “Kita perlu melakukan pelatihan-pelatihan level dasar, menengah, dan lanjut- untuk meningkatkan kapasitas masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua LPBKI-MUI, Endang Soetari, mengatakan Silatnas yang mengangkat tema “Sinergi Pengembangan Literasi Islam Wasathiyah” in menjadi forum diskusi antara LPBKI dan pemangku kepentingan.

“Kita menjalin MoU dengan kampus, pegiat Islamic fashion (IRD dan UIK). Islamic fashion menjadi bagian penting dalam pengembangan Islam wasathiyah,” kata dia di arena Silatnas Hotel Redtop Jakarta.
Dia menjelaskan di antara tugas LPBKI-MUI adalah pentashihah dan penerbitan buku dan konten keislaman, serta perwakafan Alquran dan buku-buku.

Halaman:

Editor: Muhammad Hamzah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pertalite Turun Harga Lagi? Ini Kata Dirjen ESDM

Rabu, 1 Februari 2023 | 08:31 WIB

Viral Nikah di KUA, Yuk Simak Syaratnya Apa Saja

Selasa, 31 Januari 2023 | 17:53 WIB

E Commerce JD.ID Tutup di Indonesia Maret Mendatang

Selasa, 31 Januari 2023 | 11:23 WIB

BMKG: Musim Kemarau Kering Dimulai Februari Nanti

Selasa, 31 Januari 2023 | 10:29 WIB

Menkopolhukam di Pecat Jokowi, Benarkah?

Senin, 30 Januari 2023 | 12:05 WIB

Maher Zain Bakal Nyanyi di Acara Puncak Satu Abad NU

Sabtu, 28 Januari 2023 | 23:39 WIB

JUFI Bantu Renovasi Sekolah di Rumpin

Sabtu, 28 Januari 2023 | 23:24 WIB
X