Penjelasan Dekan FEB UI Tentang Cukai Rokok Bisa Cegah Stunting

- Selasa, 24 Januari 2023 | 18:44 WIB
Pemerintah Daerah Harus Lebih Tegas Soal Kawasan Tanpa Rokok
Pemerintah Daerah Harus Lebih Tegas Soal Kawasan Tanpa Rokok

Bekasikinian.com, Jakarta - Pemerintah telah mengumumkan kenaikan cukai rokok senilai 10 hingga 15 persen pada awal Tahun 2023 ini. Kenaikan tersebut memunculkan berbagai respon masyarakat baik pro dan kontra. Salah satu pihak yang pro atas kenaikan cukai rokok adalah Netizen Twitter dengan akun @bfndrk, yang viral dengan 20 ribu likes dan 6.900 Retweet.

Viralnya tanggapan akun twitter tersebut dikarenakan pihaknya mencantumkan screenshot (tangkapan layar) penelitian dari Universitas Indonesia. Penelitian itu menyebutkan bahwa rokok dapat menyebabkan stunting (kondisi gagal tumbuh karena kurang gizi), sehingga menurutnya kenaikan cukai adalah salah satu solusi untuk mencegah stunting.

Merespon viralnya tweet tersebut, Teguh Dartanto PhD selaku Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) dan Ketua atas penelitian yang viral dikutip itu, mengaku bangga. Karena penelitiannya tidak hanya diakomodasi oleh masyarakat lewat viral di Twitter, namun juga diadopsi sebagai sebuah kebijakan berupa kenaikan cukai rokok.

Baca Juga: Pemerintah Naikkan Cukai Rokok 10 Persen pada 2023 Mendatang

"Sebagai peneliti ada sebuah kebanggaan dong, penelitiannya dijadikan sebuah kebijakan, dan ibaratnya diakomodasi oleh masyarakat. Kami (di FEB UI) memang ekonom pertama yang eksplor isu seperti ini (hubungan rokok dengan stunting). Karena selama ini rokok itu selalu (dihubungkan) dengan isu kesehatan saja," ungkap Teguh dalam Webinar Komunitas SEVIMA, Selasa (24/1) pagi.

Hubungan Rokok dengan Stunting menurut Dekan FEB UI

Tak sedikit netizen di Twitter mempertanyakan hubungan Rokok dengan Stunting. Terlebih isu ini memunculkan pro kontra di masyarakat. Di Webinar Komunitas SEVIMA, Teguh mengupas hal tersebut.

Hubungan rokok dengan stunting menurut Teguh bermula dari bagaimana perokok membelanjakan uang di keluarganya. Kepala keluarga yang merokok, memprioritaskan uangnya untuk belanja rokok dibandingkan untuk kesejahteraan keluarga.

Bahkan ketika mendapatkan bantuan sosial untuk pemerintah, ternyata digunakan juga untuk merokok. Teguh menyebutkan bahwa secara rata-rata merokok lebih banyak dibanding dengan yang bukan penerima bantuan sosial.

"Penelitian ini kami lakukan dengan mengikuti 7.000 lebih data orang tua dan anak selama puluhan tahun yang diperoleh dari Indonesia Family Life Survey 2018, ditambah dengan penelitian langsung yang kami lakukan di Demak Jawa Tengah. Dari situlah kami mendapati bahwa orang tua yang merokok, cenderung anaknya stunting," ungkap Teguh.

Halaman:

Editor: Romy Syawaluddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pertalite Turun Harga Lagi? Ini Kata Dirjen ESDM

Rabu, 1 Februari 2023 | 08:31 WIB

Viral Nikah di KUA, Yuk Simak Syaratnya Apa Saja

Selasa, 31 Januari 2023 | 17:53 WIB

E Commerce JD.ID Tutup di Indonesia Maret Mendatang

Selasa, 31 Januari 2023 | 11:23 WIB

BMKG: Musim Kemarau Kering Dimulai Februari Nanti

Selasa, 31 Januari 2023 | 10:29 WIB

Menkopolhukam di Pecat Jokowi, Benarkah?

Senin, 30 Januari 2023 | 12:05 WIB

Maher Zain Bakal Nyanyi di Acara Puncak Satu Abad NU

Sabtu, 28 Januari 2023 | 23:39 WIB

JUFI Bantu Renovasi Sekolah di Rumpin

Sabtu, 28 Januari 2023 | 23:24 WIB
X