• Sabtu, 1 Oktober 2022

Ternyata Suatu Hinaan Lebih Membekas Dipikiran daripada Pujian, Simak Penjelasannya

- Minggu, 11 September 2022 | 17:06 WIB
Ternyata Suatu Hinaan Lebih Membekas Dipikiran daripada Pujian, Simak Penjelasannya
Ternyata Suatu Hinaan Lebih Membekas Dipikiran daripada Pujian, Simak Penjelasannya

Bekasikinian.com, Jakarta – Hinaan dalam bentuk apapun pasti sangat menyakitkan terlebih hinaan verbal ternyata lebih memicu aktivitas otak ketimbang pujian. Tak hanya itu, hinaan juga lebih lama membekas dalam otak.

Percobaan yang dilakukan sejumlah ilmuwan bahasa dari Belanda, peneliti melakukan eksperimen kepada 80 partisipan wanita dengan menempatkan elektroda di kulit kepala, dilansir dari Science Alert.

Para ahli menggunakan metode electroencephalography (EEG) dan Skin Conductance (SC). Mereka kemudian karakter fiktif untuk melontarkan ejekan seperti 'Linda seorang idiot', 'Paula itu buruk' hingga sejumlah pujian seperti 'Linda seorang malaikat', 'Paula itu impresif', hingga yang lebih netral seperti 'Linda seorang pelajar'.

Baca Juga: Ini Cara Membuat SIM C1 dan C2, Ternyata Ada Syarat Khususnya

"Studi kami mengambil tempat dalam setelan laboratorium di mana pernyataannya terus-menerus diulang dan datang dari karakter fiktif yang identitas dan opininya tidak punya sangkut-paut dengan kehidupan para partisipan," tulis para ahli tersebut. 

Mereka mempublikasikan hasil penelitiannya dengan judul Do People Get Used to Insulting Language? Hasil penelitian itu dipublikasikan di jurnal Frontiers.

Hasil dari percobaan tersebut para ahli menemukan ejekan dan hinaan bahkan karakter fiktif pun memicu kilatan pendek dari aktivitas di bagian otak urusan pendengaran. Kilatan itu akan muncul tanpa mempertimbangkan ke siapa hinaan itu ditujukan.

Pada respon kilta tersebut ternyata tidak langsung hilang begitu saja, hinaan atau ejekan terus menyita perhatian pada otak dan kemudia menghasilkan respon besar dengan ukuran yang sama terlepas dari seberapa sering makian terdengar.

Penghinaan menimbulkan respons yang lebih besar dalam aktivitas otak daripada pujian, dan hal itu terus terjadi sepanjang eksperimen. "Ini menunjukkan bahwa apa pun ejekan yang bisa menyita perhatian, itu melakukannya dengan cara yang meyakinkan," tulis para ahli tersebut.

Halaman:

Editor: Asroi Baihaqi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pasien Jantung Dianjurkan Olahraga 30 Menit per Hari

Jumat, 30 September 2022 | 08:15 WIB

5 Etika Berwisata yang Perlu Diperhatikan saat Liburan

Rabu, 28 September 2022 | 15:53 WIB

Waspada ISPA di Musim Pancaroba

Rabu, 28 September 2022 | 14:39 WIB

5 Cara Merawat Kulit agar Tetap Berkilau

Selasa, 27 September 2022 | 09:31 WIB

Rahasia Menjadi Pilot Drone Profesional

Senin, 26 September 2022 | 20:05 WIB

Ini Lirik Lagu Ghost Justin Bieber Beserta Artinya

Senin, 26 September 2022 | 18:25 WIB

Lirik Lagu Fabio Ashar Bertahan Terluka

Senin, 26 September 2022 | 18:17 WIB

Lirik Lagu Janji Setia Tiara Andhini

Senin, 26 September 2022 | 15:45 WIB

Kapan Sih Anak Sudah Mulai Masuk Sekolah

Senin, 26 September 2022 | 11:00 WIB

Olahraga Aman untuk Kesehatan Jantung

Senin, 26 September 2022 | 10:22 WIB

Guru Besar Ilmu Gizi: Alergi Bisa Kambuh Saat Ngemil

Kamis, 22 September 2022 | 15:05 WIB

5 Cara Efektif Hemat Bakar di Mobil Anda

Rabu, 21 September 2022 | 13:15 WIB

Ahli Gizi: Susu Tidak Bisa Gantikan Makanan Pokok

Rabu, 21 September 2022 | 10:10 WIB

Rebo Wekasan Dilihat Dari Faktor Sejarahnya

Selasa, 20 September 2022 | 14:15 WIB
X