Studi Ungkap Latar Belakang Pendidikan Pengaruhi Risiko Demensia

- Selasa, 24 Januari 2023 | 15:15 WIB
Demensia (ist)
Demensia (ist)

Bekasikinian.com, Jakarta - Studi baru menemukan orang yang kurang berpendidikan berisiko lebih tinggi terkena demensia frontotemporal.

University of Eastern Finland menerbitkan studi yang menunjukkan bagaimana latar belakang pendidikan seseorang mempengaruhi risiko demensia bersamaan dengan cedera otak traumatis.

Frontotemporal dementia (demensia frontotemporal atau FTD) adalah jenis demensia yang mempengaruhi bagian depan (frontal) dan/atau samping otak.

Penyakit ini dapat menimbulkan gangguan pada kepribadian, perilaku, dan kemampuan berbahasa seseorang.

Baca Juga: Indra Bekti Terkena Pendarahan Otak, Apa Penyebabnya 

Dikutip dari Medical Health, orang yang mengalami penyakit ini, bagian dari otak yang terkena akan mengalami penyusutan.

Gejala yang ditimbulkan hampir serupa dengan Masalah Kejiwaan, sehingga sering kali salah diagnosis.

Hal yang membedakan demensia ini dengan jenis lainnya adalah rentan menyerang orang yang berusia lebih muda, yakni sekitar 40 hingga 65 tahun. Sementara, demensia jenis lain biasanya menyerang orang berusia 65 tahun ke atas.

Menurut studi, rata-rata orang yang mengidap FTD kurang berpendidikan dibandingkan pasien dengan penyakit Alzheimer.

Baca Juga: 3 Makanan yang Mempertahankan Fungsi Otak

Halaman:

Editor: Romy Syawaluddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Konsumsi Ikan Dukung Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak

Kamis, 26 Januari 2023 | 10:35 WIB

Protein Hewani Ampuh Cegah Stunting

Rabu, 25 Januari 2023 | 10:50 WIB

Simak, Ini Alasan Tidak Boleh Keramas Setiap Hari

Selasa, 24 Januari 2023 | 14:59 WIB

Destinasi Wisata Momen Tahun Baru Imlek

Rabu, 18 Januari 2023 | 09:10 WIB

Apakah Nabi Khidir Masih Hidup di Zaman Saat Ini

Selasa, 17 Januari 2023 | 13:17 WIB

Dilarang Keras, Jangan Main Lato-lato di 3 Negara Ini

Sabtu, 14 Januari 2023 | 14:14 WIB
X